Sebagai negara kepulauan, Indonesia masih sangat bergantung pada transportasi laut dalam mendukung kelancaran distribusi barang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada April 2026, angkutan laut mengangkut sekitar 45,1 juta ton barang, menjadikannya moda transportasi utama dalam menjaga konektivitas dan mendukung aktivitas perdagangan nasional.
Di sisi lain, angkutan barang melalui kereta api mencatat pertumbuhan tertinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar 5,96 persen. Peningkatan ini mencerminkan potensi penguatan peran kereta api dalam sistem logistik nasional yang lebih efisien dan terintegrasi.
Ke depan, sinergi antarmoda serta pemanfaatan infrastruktur yang optimal akan menjadi faktor penting dalam menciptakan rantai pasok yang andal guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.


