Kinerja perdagangan Indonesia sepanjang Januari–Mei 2026 masih menunjukkan tren positif. Nilai ekspor mencapai US$115,36 miliar, naik 3,02% dibanding periode yang sama tahun lalu, sementara impor tumbuh lebih tinggi menjadi US$111,33 miliar atau naik 15,24%. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas perdagangan dan kebutuhan industri yang tetap bergerak di tengah dinamika ekonomi global.
Meski secara kumulatif masih tumbuh, kinerja pada Mei 2026 menunjukkan pergerakan yang berbeda. Nilai ekspor tercatat US$23,20 miliar, turun 5,73% dibanding Mei 2025. Sebaliknya, impor meningkat menjadi US$24,81 miliar, atau naik 22,16% secara tahunan, menandakan meningkatnya permintaan terhadap bahan baku, barang modal, dan kebutuhan industri.
Sepanjang Januari–Mei 2026, Indonesia masih membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$4,03 miliar, yang ditopang oleh surplus sektor nonmigas sebesar US$16,31 miliar, meskipun sektor migas masih mencatat defisit US$12,28 miliar. Data ini kembali menegaskan pentingnya sektor nonmigas sebagai penopang utama perdagangan nasional.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Berita Resmi Statistik No. 64/07/Th. XXIX, 1 Juli 2026.


