Tahukah Anda bahwa sistem pengiriman menggunakan peti kemas (container) baru mulai berkembang di Indonesia pada awal 1970-an? Sebelum itu, sebagian besar barang masih dibongkar dan dimuat secara konvensional, sehingga proses distribusi membutuhkan waktu lebih lama.
Perkembangan kontainerisasi mulai berlangsung lebih teratur sejak 1973, seiring meningkatnya penggunaan kapal semi-kontainer dan pembangunan fasilitas peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, yang kemudian menjadi pusat aktivitas kontainer nasional. Kehadiran sistem ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi logistik Indonesia karena mampu mempercepat proses bongkar muat, meningkatkan keamanan barang, serta mendukung pertumbuhan perdagangan internasional.
Hingga kini, peti kemas tetap menjadi tulang punggung distribusi barang dunia. Inovasi yang mulai diadopsi lebih dari lima dekade lalu tersebut terus menjadi fondasi penting bagi efisiensi rantai pasok dan perkembangan industri logistik di Indonesia.
Sumber:
- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) – Profil Pelabuhan Tanjung Priok
- UNCTAD – Review of Maritime Transport 1970
- Seminar Nasional Keinsinyuran, Perkembangan Angkutan Peti Kemas di Indonesia


