Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus di Kuartal I 2026, Namun Tekanan Impor Mulai Terlihat

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus di Kuartal I 2026, Namun Tekanan Impor Mulai Terlihat
7 May 2026

Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia pada periode Januari–Maret 2026 mencapai US$66,85 miliar, atau meningkat 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ekspor nonmigas juga mengalami kenaikan sebesar 0,98 persen menjadi US$63,60 miliar.

Namun secara bulanan, performa ekspor pada Maret 2026 menunjukkan perlambatan. Nilai ekspor tercatat sebesar US$22,53 miliar, turun 3,10 persen dibandingkan Maret 2025. Penurunan juga terjadi pada ekspor nonmigas yang turun 2,52 persen menjadi US$21,25 miliar.

Di sisi lain, impor Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Selama Januari–Maret 2026, nilai impor mencapai US$61,30 miliar atau naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Impor nonmigas turut meningkat 12,16 persen menjadi US$52,97 miliar.

Secara bulanan, impor Maret 2026 tercatat sebesar US$19,21 miliar, naik 1,51 persen dibandingkan Maret 2025. Sementara impor nonmigas meningkat 1,54 persen menjadi US$16,04 miliar.

Meski tekanan impor mulai meningkat, Indonesia masih membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$5,55 miliar pada kuartal I 2026. Surplus tersebut ditopang oleh sektor nonmigas yang mencatat surplus US$10,63 miliar. Sementara itu, sektor migas masih mengalami defisit sebesar US$5,08 miliar.

Data ini menunjukkan bahwa sektor nonmigas masih menjadi penopang utama perdagangan nasional di tengah meningkatnya aktivitas impor dan perlambatan ekspor pada Maret 2026.

Categories: Uncategorized