Awal Tahun 2026, Volume Pengiriman Barang di Seluruh Moda Transportasi Melandai

JAKARTA – Aktivitas distribusi logistik Indonesia melalui berbagai moda transportasi mencatatkan penurunan volume secara bulanan (month-to-month) pada Januari 2026. Penurunan ini terjadi secara merata baik di jalur udara, laut, maupun kereta api.

Penurunan Volume Logistik di Berbagai Lini

Berdasarkan laporan BPS, berikut adalah rincian performa pengangkutan barang selama Januari 2026:

  • Transportasi Laut: Masih menjadi tulang punggung logistik dengan volume 37,5 juta ton. Namun, angka ini mengalami penurunan tajam sebesar 18,50% dibanding bulan sebelumnya. Penurunan terendah tercatat di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 16,17%.

  • Transportasi Kereta Api: Volume angkutan barang melalui jalur rel mencapai 5,3 juta ton, terkoreksi sebesar 19,21%. Wilayah Sumatera mencatatkan penurunan terdalam hingga 22,20%.

  • Transportasi Udara: Untuk kargo domestik, tercatat volume sebesar 52,8 ribu ton, turun 7,21%. Bandara Halim Perdanakusuma mencatatkan penurunan pertumbuhan barang paling signifikan, yakni sebesar 24,32%.

Analisis Singkat

Penurunan volume barang di awal tahun ini merupakan siklus tahunan yang lumrah terjadi setelah puncak aktivitas logistik di akhir tahun (Desember). Meski demikian, angka angkutan laut tetap menunjukkan skala volume yang masif dibandingkan moda transportasi lainnya, menegaskan peran vital jalur laut dalam distribusi komoditas nasional.

Categories: Tak Berkategori