Praktik freight forwarding berawal pada akhir abad ke-18 di Eropa. Pada masa itu, peran awal freight forwarder dijalankan oleh pemilik penginapan (innkeepers) yang membantu tamu mereka menyimpan serta meneruskan barang dan barang dagangan ke tujuan berikutnya. Kebutuhan akan pengurusan barang lintas wilayah inilah yang kemudian melahirkan konsep jasa freight forwarding.
Melihat peluang bisnis tersebut, perusahaan-perusahaan khusus mulai bermunculan, salah satunya Thomas Meadows and Company Limited di London. Perusahaan ini melayani pedagang dan manufaktur dengan memanfaatkan jaringan pengangkut lokal untuk mengatur transportasi, sekaligus membantu klien dalam pengurusan dokumen dan informasi kepabeanan. Model layanan ini menjadi fondasi awal sistem freight forwarding profesional.
Memasuki abad ke-19 dan 20, peran freight forwarding semakin krusial seiring berkembangnya industrialisasi. Produksi massal di pabrik membutuhkan sistem distribusi yang aman dan efisien agar produk dapat menjangkau pasar secara luas. Freight forwarder pun menjadi elemen penting dalam masyarakat industri, menjembatani proses produksi dan distribusi, serta membentuk dasar sistem logistik global yang digunakan hingga saat ini.
Sumber:
Redwood Logistics – The History of Freight Forwarding


