JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai ekspor Indonesia pada November 2025 mencapai US$22,52 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 6,60 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya kinerja di beberapa sektor utama, meskipun sektor industri pengolahan tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai US$18,11 miliar.
Di sisi lain, nilai impor Indonesia justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,46 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi US$19,86 miliar. Struktur impor ini didominasi oleh bahan baku/penolong yang mencapai US$13,60 miliar, kemudian disusul oleh barang modal dan barang konsumsi. Meski terjadi kenaikan impor, Indonesia tetap mampu menjaga tren positif pada neraca perdagangan.
Hingga November 2025, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar US$2,66 miliar. Tiongkok masih menjadi mitra dagang utama bagi Indonesia, baik sebagai negara tujuan ekspor nonmigas terbesar (US$5,79 miliar) maupun sebagai pemasok impor nonmigas utama (US$7,32 miliar).
Sumber: Berita Resmi Statistik BPS No. 04/01/Th. XXIX, 5 Januari 2026.


