JAKARTA – Kinerja pengangkutan barang di Indonesia menunjukkan tren yang bervariasi pada November 2025. Angkutan barang melalui jalur laut menjadi satu-satunya yang mencatatkan pertumbuhan positif secara bulanan (month-to-month), dengan kenaikan sebesar 3,58 persen. Total volume barang yang diangkut menggunakan moda transportasi laut mencapai 47,2 juta ton, di mana Pelabuhan Tanjung Perak mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,05 persen.
Kondisi berbeda terjadi pada moda transportasi lainnya yang justru mengalami kontraksi. Angkutan barang melalui jalur udara domestik mengalami penurunan sebesar 3,13 persen dengan total volume mencapai 52,6 ribu ton. Penurunan ini sejalan dengan tren pelemahan mobilitas logistik udara yang terjadi di beberapa bandara utama, termasuk Juanda-Surabaya yang mencatatkan penurunan signifikan sebesar 10,26 persen.
Hal serupa juga terjadi pada angkutan barang menggunakan kereta api yang turun sebesar 2,52 persen menjadi 6,5 juta ton pada bulan November. Penurunan terdalam untuk logistik kereta api tercatat terjadi di wilayah Sumatera dengan angka mencapai 3,63 persen. Meskipun beberapa moda mengalami penurunan, stabilitas arus barang secara keseluruhan masih terjaga berkat dominasi angkutan laut dalam rantai logistik nasional.
Sumber: Berita Resmi Statistik BPS No. 06/01/Th. XXIX, 5 Januari 2026.


